Kesadaran Manusia Mulai Muncul Ketika Usia Kanak-kanak

Kapan kesadaran manusia mulai muncul? Jadi teringat ketika saya masih kecil pada usia sekitar 2 tahun. Waktu itu saya membawa segelas air panas dari rumah bude.

Ketika dalam perjalanan pulang dari rumah bude, saya melewati belakang rumah nenek, lalu terus berbelok ke kiri yang akhirnya lewat samping kanan rumah nenek.

Di situlah saya berpikir, lalu muncul pertanyaan adalah hati, “mengapa saya ini hidup? Mengapa saya ini sadar?”

kesadaran manusia mulai muncul

Kapan kesadaran manusia mulai muncul?

Sambil terus berjalan, “Apakah kesadaran inikah yang nenek maksud sebagai hidup?”

Oya, sebelumnya nenek saya pernah bilang bahwa saya ini hidup. Dari situlah saya sering berpikir mengapa saya ini hidup.

“Lalu di manakah saya sebelum hidup ini? Tidak ada”, jawabku sendiri dalam hati.

Untung sekali saya ini hidup. Coba jika tidak hidup, maka saya tidak akan pernah merasakan hidup ini.

Kemudian teringat lagi kata nenek soal nyawa. Bahwa orang mati itu karena nyawanya pergi.

Lalu aku berpikir lagi dalam hati, “Apakah kesadaran inikah yang nenek maksud sebagai nyawa itu?”

Hari demi hari saya terus berpikir tentang hidup, kesadaran, nyawa dan lain sebagainya. Lalu aku memutuskan bahwa kesadaran manusia mulai muncul di saat manusia berusia 1 hingga 1,5 tahunan, kalau tidak salah segituan.

Mencari arti hidup

Lalu untuk apakah manusia hidup ini? Siapa yang menghendaki kita lahir dan hidup? Mungkin kedua orang tua kita.

Tapi, bagaimana dengan beberapa  anak-anak di luar sana yang terlahir tanpa kehendak orang tua?

Wah, jadi bingung lagi saya.

Hari demi hari saya sering merenungi akan arti hidup. Mulai sejak kanak-kanak. remaja, hingga dewasa. Ternyata, hidup itu ya begini ini. Hanya tinggal menjalani saja. Saya tidak pernah minta terlahirkan, tapi tiba-tiba terlahir. Lalu hidup.

Baca juga  Tumbal Pesugihan Pabrik Gula Pembukaan Giling Tebu: Benarkah Ada?

Ya itu tadilah. Hidup ini tinggal kita jalani saja. Kita nikmati dan kita jalani dengan sebaik-baiknya. Ajaran didikan orangtua kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. hanya itu saja.

Bagaimana pendapat anda? Silakan tulis di kolom komentar. Semoga sehat selalu buat saudara-saudari pembaca tercinta blog Sang Pengarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *